PAGELARAN BUSANA
Peragaan busana pesta malam merupakan ajang kegiatan untuk memperkenalkan sebuah karya dari seorang
perancang busana kepada masyarakat umum. Kegiatan ini menampilkan busana pesta
dari sabang sampai merauke yang bertema Folkloric
Nusantara hasil rancangan desainer.
Menurut Didi Budiarjo (2000), peragaan busana adalah suatu rangkaian kegiatan
untuk memamerkan kreasi terbaru dari perancang busana. Sedangkan menurut Sri
Widarwati (1994) peragaan busana adalah parade yang dikenakan oleh model hidup
atau peragawati.
Berdasarkan
beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan peragaan busana dalah suatu kegiatan
yang digunakan untuk memamerkan hasil karya cipta busana yang dikenakan oleh
peragawati. Adapun tujuan dari sebuah peragaan busana menurut Sri Widarwati (1995
: 45) adalah bertujuan untuk :
1.
Mencari hiburan.
2.
Mencari dana untuk kegiatan tertentu.
3.
Untuk tujuan promosi barang dagangan, dalam hal ini meliputi :
a.
Barang dagangan berupa ciptaan baru dalam dunia fashion.
b.
Barang dagangan berupa hotel, restoran, dan lain-lain.
c.
Barang dagangan berpua produk baru.
d.
Barang dagangan berupa pola-pola jadi dari pabrik pola.
e.
Barang dagangan berupa alat make up,
perhiasan dan lain-lain
Adapula
manfaat yang bisa didapat dari mengadakan peragaan busana antara lain :
1)
Sebagai wahana belajar keorganisasian dalam bentuk kepanitiaan pagelaran
busana.
2) Melahirkan desainer-desainer muda yang
profesional di bidangnya.
3)
Memperkenalkan sebuah hasil karya perancang busana kepada masyarakat. Gelar
busana merupakan kegiatan yang memerlukan promosi, agar masyarakat mengetahui
akan adanya pagelaran tersebut (Sicilia Sawitri, 2000 : 67).
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
pembuatan undangan dan booklet sebagai berikut :
a) Nama perancang
b) Tema
c) Tempat dan waktu penyelenggaraan
d) Acara termasuk hiburan pengisi
e) Sponsor dan non sponsor
f) Harga undangan
g) Door prize
h) Bahasa singkat dan jelas
Sebelum
menampilkan busana pesta malam, yang harus memperhatian dalam tatanan panggung
yaitu:
1.Tempat
Pentas
Suatu pertunjukan bentuk apapun selalu menentukan tempat atau ruang
untuk menyelenggarakan pertunjukan tersebut
2. Tata Lampu
Perkembangan
teknologi dan pengetahuan yang tejadi, menempatkan pemikiran tentang pentingnya
mewujudkan suatu tatanan lampu yang berkualitas untuk mendukung penghayatan
dalam pagelaran busana. Hal itu dapat terwujud jika didukung dengan kualitas
gedung yang presentatif, yang mana harus memenuhi perlengkapan ideal dan
sempurna bagi pementasan. Kebutuhan akan pengadaan tata lampu menjadi pilihan
terbaik kualitas pertunjukan. Fungsi tata lampu antara lain sebagai penerangan,
penciptaan suasana , penguatan adegan, kualitas pencahayaan serta efek khusus
pementasan. Bentuk dan wujud tata lampu bermacam – macam, diantaranya adalah
(Rahmida Setiawati, 2008 : 22) :
1) Lampu khusus
yang disebut Spot Light, jumlah pemakaiannya disesuaikan dengan
kapasitas gedung.
2) Stip Light
(lampu garis) biasanya untuk menerangi jalur area pentas yang masing-masing
berjarak 2 – 4 meter dari deret lampu strip yang ada.
3) Lampu Backdrop
merupakan lampu yang diperlukan pada posisi panggung belakang dan digunakan
untuk menerangi latar belakang panggung secara umum. Formulasi warna lampu
biasanya menggunakan color bright yang terdiri dari warna-warna biru, merah,
kuning dan general.
4) Overhead
sportligh atau follow spot light merupakan lampu yang digunakan
sebagi lampu tunggal untuk menyorot salah satu tokoh pada peran khusus atau
ditokohkan berada dalam jarak tembaknya.
3.
Iringan dan Musik
Iringan dan musik adalah musik sangat penting
dalam mendukung sebuah pagelaran busana. Musik bukan hanya sekedar sebagai iringan
saja tetapi juga sebagai pelengkap dalam pagelaran busana yang sangat
berkaitan, yang dapat memberi suasana yang diinginkan dan mendukung tema