Rabu, 26 Desember 2012


PAGELARAN BUSANA
Peragaan busana pesta malam merupakan ajang kegiatan untuk memperkenalkan sebuah karya dari seorang perancang busana kepada masyarakat umum. Kegiatan ini menampilkan busana pesta dari sabang sampai merauke yang bertema Folkloric Nusantara  hasil rancangan desainer. Menurut Didi Budiarjo (2000), peragaan busana adalah suatu rangkaian kegiatan untuk memamerkan kreasi terbaru dari perancang busana. Sedangkan menurut Sri Widarwati (1994) peragaan busana adalah parade yang dikenakan oleh model hidup atau peragawati.
Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan peragaan busana dalah suatu kegiatan yang digunakan untuk memamerkan hasil karya cipta busana yang dikenakan oleh peragawati. Adapun tujuan dari sebuah peragaan busana menurut Sri Widarwati (1995 : 45) adalah bertujuan untuk :
1. Mencari hiburan.
2. Mencari dana untuk kegiatan tertentu.
3. Untuk tujuan promosi barang dagangan, dalam hal ini meliputi :
a. Barang dagangan berupa ciptaan baru dalam dunia fashion.
b. Barang dagangan berupa hotel, restoran, dan lain-lain.
c. Barang dagangan berpua produk baru.
d. Barang dagangan berupa pola-pola jadi dari pabrik pola.
e. Barang dagangan berupa alat make up, perhiasan dan lain-lain

Adapula manfaat yang bisa didapat dari mengadakan peragaan busana antara lain :
1) Sebagai wahana belajar keorganisasian dalam bentuk kepanitiaan pagelaran busana.
2) Melahirkan desainer-desainer muda yang profesional di bidangnya.
3) Memperkenalkan sebuah hasil karya perancang busana kepada masyarakat. Gelar busana merupakan kegiatan yang memerlukan promosi, agar masyarakat mengetahui akan adanya pagelaran tersebut (Sicilia Sawitri, 2000 : 67).
            Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan undangan dan booklet sebagai berikut :
a) Nama perancang
b) Tema
c) Tempat dan waktu penyelenggaraan
d) Acara termasuk hiburan pengisi
e) Sponsor dan non sponsor
f) Harga undangan
g) Door prize
h) Bahasa singkat dan jelas
Sebelum menampilkan busana pesta malam, yang harus memperhatian dalam tatanan panggung yaitu:
1.Tempat Pentas
             Suatu pertunjukan bentuk apapun selalu menentukan tempat atau ruang untuk menyelenggarakan pertunjukan tersebut
 
2.   Tata Lampu
Perkembangan teknologi dan pengetahuan yang tejadi, menempatkan pemikiran tentang pentingnya mewujudkan suatu tatanan lampu yang berkualitas untuk mendukung penghayatan dalam pagelaran busana. Hal itu dapat terwujud jika didukung dengan kualitas gedung yang presentatif, yang mana harus memenuhi perlengkapan ideal dan sempurna bagi pementasan. Kebutuhan akan pengadaan tata lampu menjadi pilihan terbaik kualitas pertunjukan. Fungsi tata lampu antara lain sebagai penerangan, penciptaan suasana , penguatan adegan, kualitas pencahayaan serta efek khusus pementasan. Bentuk dan wujud tata lampu bermacam – macam, diantaranya adalah (Rahmida Setiawati, 2008 : 22) :
1) Lampu khusus yang disebut Spot Light, jumlah pemakaiannya disesuaikan dengan kapasitas gedung.
2) Stip Light (lampu garis) biasanya untuk menerangi jalur area pentas yang masing-masing berjarak 2 – 4 meter dari deret lampu strip yang ada.
3) Lampu Backdrop merupakan lampu yang diperlukan pada posisi panggung belakang dan digunakan untuk menerangi latar belakang panggung secara umum. Formulasi warna lampu biasanya menggunakan color bright yang terdiri dari warna-warna biru, merah, kuning dan general.
4) Overhead sportligh atau follow spot light merupakan lampu yang digunakan sebagi lampu tunggal untuk menyorot salah satu tokoh pada peran khusus atau ditokohkan berada dalam jarak tembaknya.
 
3. Iringan dan Musik
Iringan dan musik adalah musik sangat penting dalam mendukung sebuah pagelaran busana. Musik bukan hanya sekedar sebagai iringan saja tetapi juga sebagai pelengkap dalam pagelaran busana yang sangat berkaitan, yang dapat memberi suasana yang diinginkan dan mendukung tema